Terakhir, ucapan syukur membawa kita untuk melihat yang tidak
kelihatan lebih daripada yang kelihatan, yang kekal daripada yang
sementara. Yang kelihatan, meminjam istilah Kant, hanyalah merupakan die
Welt der Erscheinung (the world of appearance), tidak mungkin menembusi
wilayah esensi. Bahkan sang filsuf pun harus puas dengan apa yang
sanggup diperoleh kekuatan rasio yang sangat terbatas. Yang kelihatan
hanyalah phenoumena, bukan noumena. Dan yang sementara selalu ada dalam
perubahan yang terus-menerus, tidak mungkin manusia berpijak dan
meletakkan pengharapannya atas sesuatu yang seperti itu. Keadaan yang
terus berubah, suatu problema tua yang tidak pernah berhasil
diselesaikan oleh aliran philosophy of becoming maupun philosophy of
being, namun yang secara sederhana dijawab oleh Tuhan: melampaui
kesementaraan, menuju kepada kekekalan, melalui sikap bersyukur.
Kiranya Tuhan sumber segala berkat, memberikan kepada kita kehidupan
yang semakin melimpah dengan ucapan syukur. Amin.
Hidup selalu bersyukur adalah ciri ciri manusia yang taat kepada Tuhan, sehingga kehidupannya akan selalu di bimbing dan di berkati oleh Tuhan, Amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
Peresmian CSR PT. SAMINDO ELECTRONICS yang di lakukan oleh Management PT. SAMINDO ELECTRONICS Mr. Lee HN dan Ketua CSR Bapak Mali W Pada t...
-
Pada Bulan February 2012 CEO PT. SAMINDO ELECTRONICS ; Mr KIM WOO JIN dan DINAS PENDIDIKAN Cibarusah, Lurah Desa Suka Ragam, Kepala Sekola...
No comments:
Post a Comment